ASHTAVAKRA
GITA
Vinneka
Tunggal Eka
BAB
XX
TAHAP ABSOLUT
Janaka berucap:
1.
Dimanakah berada maha panca butha, dan dimanakah berada sang raga?
Dimanakah berada anggota-anggota tubuh dan dimanakah berada sang pikiran?
Dimanakah berada kekosongan dan dimanakah berada keputus-asaan? ….. Bagiku,
yang secara alami bersifat tanpa noda!
2.
Dimanakah berada skripsi-skripsi suci; dimanakah berada ilmu-pengetahuan
tentang Sang Jati Diri? Dimanakah berada sang pikiran yang terlepas dari
obyek-obyek sensual, dan dimanakah berada rasa puas akan apa adanya ini?
Dimanakah letak-letak sifat-sifat tanpa nafsu, hasrat dan berbagai
keinginan? …. Bagiku, yang telah melampaui unsur-unsur dualitas yang saling
berlawanan.
3.
Dimanakah ilmu-pengetahuan? Dimanakah kebodohan berada? Dimanakah
“Aku” ini dan dimanakah “ini”? Dimanakah “punyaku”? Dimanakah
keterikatan? Dimanakah kebebasan? Dimanakah atributku yang bersifat Utama ….
Sang Jati Diri Yang Tak Terjabarkan (Yang Maha Kuasa)?
4.
Bagaimana para Prarabdha (akibat dari masa lalu) dapat bekerja? Dimanakah
kebebasan pada saat kematian? … untukku, Yang Senantiasa Tak Terbeda-bedakan!
5.
Dimanakah berada “si pelaksana” dan “si penikmat”? Dimanakah
berada perhentian pemikiran ataupun permulaan pikiran? Dimanakah
ilmu-pengetahuan langsung atau ilmu-pengetahuan yang tidak langsung … bagiku,
yang jauh dari atribut duniawi (ego, dan berbagai nafsu duniawi yang
berlandaskan ego).
6.
Dimanakah dunia ini, dan dimanakah berada sang pencari Kebenaran setelah
kebebasan spiritualnya? Dimanakah berada insan yang berusaha terus-menerus di
jalan spiritualnya dan dimanakah berada insan-insan yang terikat ataupun yang
telah bebas? … untukku, yang bersifat non-dua secara alami?
7.
Dimanakah berada penciptaan dan kiamat? Dimanakah terletak keakhiran dan
upaya-upaya mencapai kesadaran? Dimanakah berada seorang Sadhaka (pencari
kebenaran) dan dimanakah berada Sidhi (kekuatan supra-natural yang menjauhkan
seseorang dari jalan kebenaran) … bagiku, yang bersemayam di dalam sifatKu
yang non-dualistik?
8.
Dimanakah berada “yang mengetahui” dan dimanakah berada “jalan ke
ilmu-pengetahuan”? Dimanakah
berada “obyek ilmu-pengetahaan” dan dimanakah
berada “ilmu-pengetahuan” yang obyektif? Apakah yang disebut
“apapun saja” dan apakah itu yang disebut “bukan apapun juga”? …
bagiku, yang bersifat Senantiasa Murni.
9.
Dimanakah berada kekacauan dan dimanakah berada konsentrasi? Dimanakah
ilmu-pengetahuan yang pasti dan dimanakah berada khayalan? Dimanakah berada
kesenangan dan dimanakah penderitaan? … bagiku yang senantiasa bersifat Tanpa
Aksi (Non-Aksi).
10.
Dimanakah berada aktifitas di dalam tahap realitas, dan dimanakah berada
tahap Absolut? Dimanakah berada penderitaan? Dimanakah berada kebahagiaan?
…… bagiku, yang berada di atas pemikiran-pemikiran yang menyimpang.
11.
Apakah itu yang disebut ilusi Sang Maya dan dimanakah berada dunia yang
berubah-ubah? Apakah itu keterikatan dan apakah itu yang disebut menjauhkan (melepaskan
diri dari hal-hal yang bersifat duniawi)? Dimanakah berada Sang Jiwa dan
dimanakah berada Sang Brahman? …. Bagiku, yang bersifat Murni.
12.
Dimanakah berada aktifitas, dimanakah berada non-aktifitas? Dimanakah
berada kebebasan dan dimanakah berada keterikatan? …. Bagiku, yang bersifat
Tak Dapat Diubah-ubah dan Tak Terbagi-bagi, dan senantiasa secara mantap
bersemayam di dalam Sang Jati Diri.
13.
Dimanakah berada instruksi-instruksi? Dimanakah berada ajaran-ajaran
skripsi-skripsi suci? Dimanakah berada Sang Guru? Dimanakah sebenarnya berada
“Tujuan Kehidupan”? …. Bagiku, yang bersifat Siva (Kebajikan Absolut),
terlepas dari semua keterbatasan.
(Kata Siva juga bisa berarti
Sang Pemilik Jiwa, Karunia Yang Maha Kuasa, Keheningan, Kebajikan dan “Yang
Maha Memberi Harapan”).
14.
Dimanakah letak eksistensi? Dimanakah letak “non-eksistensi”?
Dimanakah berada Sang Tunggal? Dimanakah berada dualitas? Untuk apa harus
berkata-kata lagi … Tiada suatu apapun yang
sebenarnya dariKu.
Kembali ke daftar isi Ashtavakra Gita Kembali ke halaman induk Shanti Griya