ASHTAVAKRA
GITA
Vinneka
Tunggal Eka
BAB
XIX
KEAGUNGAN SANG JATI DIRI
Janaka berucap:
1.
Dengan menggunakan perangkat-perangkat pencabut (maksudnya
ilmu-pengetahuan diibaratkan sebagai alat pencabut), dari kedalaman lubuk hatiku,
daku telah mencabut duri-duri opini-opiniku yang kurang baik (keragu-raguan yang
bersifat negatif).
2.
Dimanakah berada Dharma? Dimanakah berada Kama? Dimanakah berada Artha?
Dimanakah berada Vivekitha? (hati-nurani)? Dimanakah dualitas bagiku yang
bersemayam di dalam keagunganku sendiri?
(Tahap dimana seorang
bersemayam di dalam keagungannya sendiri disebut Buma).
3.
Dimanakah berada masa lalu? Dimanakah berada masa depan? Dimanakah berada
bahkan masa kini? Dimana letak angkasa? Dimanakah letak keabadian? … untukku
yang bersemayam di dalam keagunganku ini?
4.
Dimanakah berada Sang Jati
Diri? Dimanakah berada yang bukan Sang Jati Diri? Dimanakah berada kebajikan dan
kebatilan pada saat yang bersamaan? Dimanakah berada kekhawatiran dan non-kekhawatiran?
--- bagiku, yang bersemayam di dalam keagunganku?
5.
Dimanakah berada mimpi? Dimanakah berada tidur yang lelap? Dimanakah
berada kesadaran? Dimanakah berada tahap ke-empat Kesadaran? Dimanakah bahkan
berada ketakutan; bagiku, yang bersemayam di dalam keagunganku sendiri?
6.
Dimanakah berada jarak jauh? Dimanakah berada jarak dekat? Dimanakah
keberadaan luar? Dimanakah keberadaan dalam? Dimanakah berada benda padat (kepadatan)
dan dimanakah berada kelembutan itu? --- bagiku, yang bersemayam di dalam
keagunganku ini?
7.
Dimanakah kehidupan itu atau dimanakah kematian itu? Dimanakah
dunia-dunia ini, dimanakah letak berbagai hubungan duniawi? Dimanakah letak
kehancuran akan kesadaran? Dimanakah Samadhi? ….. untukku, yang bersemayam di
dalam keagunganku ini?
8.
Bagiku, yang telah menyatu dengan Sang Jati Diri, sia-sia saja kalau daku
berbicara mengenai “tiga tujuan” kehidupan ini.
(Dharma, Artha dan Kama); ataupun
membicarakan tentang Yoga tanpa suatu tujuan.
Bahkan berbicara mengenai ilmu-pengetahuan secara langsung juga sudah
tidak bermanfaat lagi!
Kembali ke daftar isi Ashtavakra Gita Kembali ke halaman induk Shanti Griya