ASHTAVAKRA
GITA
Vinneka
Tunggal Eka
BAB
VII
SANG JATI DIRI YANG PENUH DENGAN KEHENINGAN
Janaka berucap :
1.
Di dalam-Ku, samudra yang tak bertepi, kulit luar
alam-semesta, bergerak kesana-kemari, tertiup oleh angin dari sang pikirannya
sendiri (Pikiran Universal). Aku
tidak sabar (artinya Aku sabar dan tak terusik oleh semua fenomena ini).
2.
Di dalam Ku, samudra tak
terbatas, (Ku) biarkan gelombang-gelombang duniawi untuk timbul dan
tenggelam secara spontan. Aku tidak
mengalami kelebihan maupun kekurangan oleh fenomena-fenomena ini dan akibatnya.
3.
Di dalam Ku, samudra tak bertepi, terdapat ilusi alam-semesta
yang diimajinasikan. Aku adalah
Yang Maha Hening Secara Teramat Tegar dan Tak Berbentuk.
Dalam bentuk ilmu-pengetahuan inilah
Aku bersemayam dan hadir.
4.
Sang Jati Diri tidak hadir dalam suatu obyek, tidak juga
hadir di dalam Sang Jati Diri, yang (bersifat) Tak Terterangkan dan Tak Ternoda.
Oleh karena itu, ia lepas dan bebas dari keterikatan dan hasrat: Ia
Hening. Dalam bentuk ilmu-pengetahuan (semacam) ini Aku hadir dan bersemayam.
5.
Oh! Menakjubkan! Aku
adalah Kesadaran Hakiki. Dunia ini ibarat pertunjukan sulap.
Dengan demikian bagaimana dan di mana, dapat timbul gejala-gejala
penolakan atau penerimaan di dalam Ku?
(Mahopanishad
VI, 69) menyatakan hal seperti berikut:
“Wahai
manusia yang memiliki intelegensia murni!
Dengan batinmu yang tenang, melalui pekerjaan-pekerjaan yang tak henti-hentinya
dan sebagai pelaksana nyata disisi luarmu, tetapi sebenarnya sebagai yang tak
melaksanakan (berbuat apapun) di sisi dalam ….. bermain-mainlah di dunia yang
penuh dengan aktivitas dan tujuan-tujuan ini”.
Kembali ke daftar isi Ashtavakra Gita Kembali ke halaman induk Shanti Griya