BRAHMA – GYANAWALI

Vinneka Tunggal Eka                                Oleh SRI SHANKARA ACHARYA

 

 

asango’ham  asango’ham  asango’ham  punah punah

saccidananda  rupo’ham  ahamewahamawyayah

 “Tak terikat, tak terikat  Aku ini, lagi dan lagi; Aku bersifat Pengetahuan dan Karunia Nan Abadi; Aku adalah satu-satunya. Itu adalah Aku, yang tak dapat dikurangi, abadi tak terbinasakan, unsur yang tak pernah berahkir.”

 

Nitya suddha wimokto’ham  nirakaro’hamawayayah

Bhumanada swarupo’ham ahamewahamawyayah

 “Abadi, senantiasa murni, senantiasa bebas adalah Sang Aku, tak berwujud adalah wujud-Ku semata, Aku bersifat Maha Hadir, Ananda Karunia Ilahi dalam kesatuan yang tak ter hingga; Aku adalah satu-satunya; Itu adalah Aku, yang tak terkurangkan, abadi tak terbinasakan, unsur yang tak pernah berakhir.”

 

nityo’ham  nirawdyo’ham  nirakaro’hamacyutah

paramanandarupo’ham  ahamewahamawyayah

 “Abadi, tak terhitung jumlahnya, tak berwujud tak terkurangkan adalah Aku, bersifat Karunia Ilahi adalah Aku; Satu-satunya adalah Aku.  Itu adalah Aku, yang tak terkurangkan, abadi tak terbinasakan, unsur abadi yang tak pernah berakhir.”

 

Suddhacaitanyarupo’ham  atmarramo’hamewa ca

Akhandanandarupo’ham  ahamewahamawyayah

 “Aku bersifat cahaya murni dan Aku  menikmati di dalam (melalui) Jati Diriku sendiri; Aku adalah Ananda yang tak pernah terpecah-pecah; Aku adalah satu-satunya. Itu adalah Aku, yang tak terkurangkan, abadi tak terbinasakan,unsur yang tak pernah berakhir.”

 

praryakcaitanyarupo’ham  santo’ham  prakreth

parahsaswatanandarupo’ham  ahamewahamawyayah 

“Aku bersifat Cahaya Abadi Intelegensia yang paling dalam; Aku Adalah kedamaian yang berada jauh di atas Semesta;  Aku bersifat Ananda yang hadir senantiasa;  Aku adalah Yang Satu. Itu adalah Aku, yang tak terkurangkan, abadi tak ter binasakan, dan unsur abadi yang tak pernah berakhir.”

 

tattwatitah  paratma’ham  madya titah parah sivah

mayatitah paramjyotirahamewahamawyayah

Aku adalah kebenaran Yang Maha Agung  yang berada jauh diatas kebenaran. Aku Adalah Yang Maha Agung dan Mulia. Siwa yang selalu berseberangan dengan sang Maya (delusi); Aku  adalah Cahaya Yang Maha Agung dan Mulia, Aku adalah satu-satunya yang hadir. Itu adalah Aku, yang tak terkurangkan, abadi tak terbinasakan, unsur yang tak pernah berakhir.”

 

nanarupawtito’ham  cidakaro’hamacyutah

swaprakasaikarupo’ham  ahamewahamwyayah

“Aku  beda dengan berbagai nama dan rupa (wujud-wujud) : Pengetahuan Murni adalah satu-satunya Wujud-Ku; Aku adalah Yang tidak terbinasakan; Aku bersifat Kebahagiaan : Aku adalah Satu-satunya. Itu adalah Aku, yang tak yang tak dapat dikurangi, abadi tak terbinasakan, unsur yang tak pernah berakhir.”

 

mayatatkaryadehadi mama nasyewa sarwada

swa prakasaikaropo’ham  ahamewahamawyayah

“Tidak pernah, Aku tak pernah berdelusi ataupun berwujud raga delusi dan mimpi; Aku Adalah Yang Bercahaya dari Diri Ku Sendiri: Aku adalah Satu-satunya.  Itu adalah Aku, yang tak dapat dikurangi, abadi tak terbinasakan unsur yang tak pernah berakhir.”

 

Gunatrayawyatito’ ham brahmadinam ca sakyaham

anantanandarupo’ham Ahamewhamawyayah

“Aku hadir tanpa ketiga guna (satwa, raja dan tamas); Aku adalah Saksi dari Sang Pencipta (Brahma) dan Trimurti (Brahma -Wisnu - Siwa); Aku adalah Ananda Wujud yang tanpa memiliki akhir : Itu adalah Aku, yang tidak berkurang, abadi tak pernah terbinasakan dan unsur yang tak pernah berakhir.”

 

antaryamiswarupo’ham  kutastha sarwago’smyaham

paramatmaswarupo’ham  ahamewahamawyayah

Aku adalah Sang Penguasa Dalam, ibarat tempat menempa besi,tidak berubah-ubah,Maha Hadir; dalam bentuk – Ku yang Sejati, Aku adalah Yang Maha Agung dan Yang Maha Mulia; Aku adalah yang Satu. Itu adalah Aku, Yang tidak berkurang, abadi tidak terbinasakan dan unsur yang tidak pernah berakhir.”

 

dwandwadi saksirupo’ham  acalo’ham sanatanah

sarwasaksiswarupo’ham ahamewahamawyayah

“Aku bersifat (hadir sebagai) Saksi dari semua bentuk dwandas (negatif-positif, Im-Yang, pagi-malam dst.); tidak bergerak, termat kuna adalah WujudKu; Aku adalah Saksi abadi dari setiap benda dan perihal; Aku adalah Yang Satu-satunya. Itu adalah Aku, yang tidak dapat berkurang,abadi tidak terbinasakan, dan unsur yang tidak pernah berakhir.”

 

pragnayakghana  ewaham wigyanaghana ewa ca

akartaham abhoktaham ahamewahamawyayah

‘Aku adalah Kesatuan dari Kesadaran; Akupun adalah Kesatuan dari Pengetahuan; Aku senantiasa bukanlah sang pelaku; Aku bukanlah sang penikmat; Aku adalah Yang Satu-satunya. Itu adalah Aku, yang tidak dapat di kurangi, abadi tak terbinasakan dan unsur abadi yang tak pernah berakhir.”

 

niradharaswarupo’ham  sarwadharo’hamewa ca

awasthatrayasaksyasmi cahamewahamawyayah

“Dalam sifatKu Yang Sejati, Aku tidak memerlukan dasar, penunjang maupun sarana dari semua benda dan makluk, bagi semua nama dan rupa; sifatKu serba mandiri, serba berkecukupan, Aku adalah Yang Satu-satunya, yang tdak berkurang, abadi tak terbinasakan dan unsur yang tak pernah berakhir.”

 

tapatrayawinirmukto dehatrayawilaksanah

awasthattrayaskyasmi cahamewahamawyayah

Aku hadir jauh dari ketiga duka : yang bersifat subyektif, fenomenal, dan kosmis; Aku berbeda dari ketiga raga (raga kasar, raga halus dan raga kasual); Aku adalah Sang Saksi dari ketiga tahap (tahap sadar, tahap mimpi dan tahap tertidur lelap): Aku adalah Satu-satunya. Itu adalah Aku, yang tak dapat dikurangi, abadi dan tidak terbinasakan, unsur yang tak pernah berakhir.”

 

drgdrsyau  dwau padarthaustah parasparawilaksanau

dr gbrahma drsyam mayeti sarwa wedanta dindimah

“Hanya ada dua hal di alam semesta ini yaitu subyek dan obyek (yang menikmati dan yang dinikmati, yang mengalami dan yang dialami, atau yang menyaksikan dan yang disaksikan), mereka ini saling bertentangan bahkan satu satu dengan yang lainnya. Diantara mereka ini, sang subyek (sang penikmat, yang mengalami dan yang menyaksikan) adalah Kebenaran Yang Maha Agung, dan sang obyek (yang dinikmati, yang dialami, dan yang disaksikan) adalah delusi semata, demikian sabda Wedanta.

 

aham saksiti yo widyad  wiwicayaiwam punah punah

sa ewa muktah sa widwan iti wedanta dindamah

“Melalui pengetahuan dan kesadaran, maka seseorang akan menyadari bahwa ia adalah  “Sang Saksi”. Insan semacam ini telah mapan di dalam kesatuan “Aku-adalah-Saksi-dan-Kesadaran”, Ia telah berubah bijak dan bebas, demikian sabda Wedanta”.

 

ghatakudyadikam sarwam mrttikamatrawewa ca

tadwad brahma jagatsarwam iti wedanta dindimah

“Berbagai bejana, piring dan mangkuk dsb. Sebenar-benarnya adalah tanah liat yang di bentuk; demikian pula semesta yang penuh dengan obyek-obyek fenomenal ini, adalah tidak lain dan tidak bukanKebenaran Yang Maha Agung dan Maha Mulia, demikian sabda Wedanta.”

 

brahmasatyam jaganmithya jiwo brahmaiwa naparah

anena wedyam sacchastramiti wedanta dindimah

“Brahma adalah Kebenaran,dunia yang berisikan berbagai  benda dan makluk ini adalah kepalsuan, unsur egosenttris yang membeda-bedakan ini (yaitu sang jiwa), pada intinya adalah Sang Brahman itu sendiri. Ilmu yang memahami Kebenaran ini adalah ilmu yang paling sejati, Ilmu dari segala ilmu, demikian sabda Wedanta.”

 

antarjyotih bahirjyotih prakyatjyothi parat parah

jyotirjyotih swayam jyotih atma jyotih siwo’smyaham

“Aku adalah adalah cahaya yang bersinar di dalam, Aku adalah cahaya yang bersinar di luar, di kedalaman yang paling dalam dari Diriku, Aku adalah cahaya yang hadir di luar  Keabadian . . . jauh di luar!  (Aku adalah) cahaya dari semua cahaya, cahaya yang bersinar dari Diriku sendiri . . Siwa adalah Aku . . . Kesucian adalah Aku (tak ternoda oleh batas – batas duka) . . . Aku adalah Itu . . Aku adalah Itu!!!

  

 OM SHANTI  SHANTI  SHANTI 

OM TAT SAT.

 

Disarikan ke dalam Bahasa Indonesia yang sederhana oleh mohan.m.s  (Cisarua, Juli 2003)

 

 

Kembali ke halaman induk Shanti Griya